Wednesday, 31 August 2016

"Crossover-MPV" Mitsubishi Tampik Bidik BR-V

Saat Mitsubishi Motors Corporation (MMC) merilis foto jelas cikal bakal model baru, XM Concept, beberapa hari yang lalu, kebingungn sempat muncul. Pasalnya, sudah lama dikatakan mobil itu akan berupa MPV tetapi ternyata Mitsubishi menyebutnya crossover-MPV.



Dipandang dari desain, bisa saja satu model memadukan berbagai elemen berbeda . Namun pada saatnya nanti posisi suatu produk harus jelas ditempatkan di mana.

Ketika hal itu dikonfirmasi kepada MMC saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/8/2016), Ryo Ashikawa sebagai Produk Executive MMC mengonfirmasi posisinya sebagai MPV bawah.

“Memang ini adalah MPV bawah dengan proposal dan konsep baru, sehingga kompetisinya tetap akan menjadi saingan Avanza, Ertiga, Mobilio, dan Xenia,” kata Ashikawa-san.


Istimewa
Mitsubishi XM Concept dan Honda BR-V.
Pernyataan itu melunturkan pendapat yang mengatakan versi produksi XM Concept berada di level yang sama dengan MPV yang dirancang jadi crossover seperti Honda BR-V atau Rush/Terios.
Seperti sudah diberitakan sebelumnya XM Concept memiliki mesin bensin 1.5L. Avanza dan Xenia bakal tetap jadi dua model MPV bawah berpengerak roda belakang sebab XM Concept bergerak dari roda depan.

Thursday, 25 August 2016

Tampang MPV "Sejuta Umat" Mitsubishi dalam Video

CEO Mitsubishi Motors Corporation (MMC) Osamu Masuko tidak bisa menghadiri debut dunia konsep baru XM saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show pada Kamis (11/8/2016). Makanya, sehari sebelum dimulai dia dan jajaran direksi MMC lainnya menggelar konferensi pers buat membuka lebih banyak identitas calon MPV sejuta umat itu.



Masuko menjelaskan, konsep ini dibangun dari gaya dan fungsionalitas SUV yang jadi spesialis rancang bangun Mitsubishi selama ini. Walau acuannya SUV, desainnya terinjeksi kenyamanan MPV yang muat sampai tujuh penumpang.

Bukan hanya penjelasan vokal, tapi saat itu juga MMC memperlihatkan untuk pertama kalinya video penjelasan produk. KompasOtomotif sempat merekam sebagian, videonya bisa dilihat di bawah artikel ini.

Pada video memperlihatkan sosok nyata XM, meski begitu sebagian lain hanya permainan olah digital. Jika sebelumnya kita cuma bisa lihat eksterior depan dari foto yang dirilis, kini yang terpampang interior dan bagian belakangnya.

Desain buritan ternyata berbeda seperti Pajero Sport. Lampu belakangnya tidak vertikal, namun membentuk huruf “L”. Sama seperti wajah depan, di belakang juga punya tarikan desain “X” sebagai ciri khas Dynamic Shield.

Interior didominasi warna putih, berikut layar monitor ukuran besar yang ada pada dasbor. Perlengkapan kabin semuanya masih futuristik selayaknya model konsep. Sensasi di kabin lega karena memiliki panoramic roof.

Saturday, 20 August 2016

Sayang, Desainer MPV Mitsubishi Bukan dari Indonesia

World Premiere Mitsubishi XM Concept dilakukan di tanah Indonesia. Versi produksinya bakal lahir di dalam negeri dan masuk di segmen yang paling digemari masyarakat di seluruh Tanah Air, yaitu low MPV.



Jelas sekali produk baru Mitubishi itu spesial buat Indonesia. Namun sangat disesali, keterlibatan orang lokal sangat minim dalam pengembangannya.

“Saat ini sayang sekali kami belum melibatkan desainer dari Indonesia tapi kami tahu banyak sekali sekolah desain di Indonesia. Mitsubishi berencana untuk menghubungi mereka pada pengembangan produksi lebih lanjut,” kata Tsunehiro Kunimoto, Corporate General Manager of Design Office Mitsubishi Motors Corporation, di Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Selama bertahun-tahun ke belakang Mitsubishi menjelaskan sudah melakukan riset seputar kebutuhan masyarakat tentang kendaraan multiguna. Hasilnya dikirim ke pusat riset dan pengembangan di Jepang. Selain Jepang, desain XM Concept juga dikembangkan desainer Mitsubishi di Jerman.

Kontribusi Indonesia, seperti dielaborasi Produk Executive MMC Ryo Ashikawa datang dari perusahaan lokal yang ditunjuk untuk melakukan pengetesan di dalam negeri. Datanya juga dibawa ke Jepang.

Thursday, 18 August 2016

JK Tanyakan Kabar Karimun

Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2016 resmi dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis (11/8/2016). Sebelum meninggalkan gedung, wakil presiden menyempatkan diri barsama para rombongan, termasuk Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dan Gubernur Banten Rano Rano mendatangi booth pameran.



Davy J Tuilan, Wakil Direktur Pelaksana PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memperkenalkan produk barunya S-Cross kepada Wakil Presiden Republik Indonesia. Jusuf Kalla terdengar menanyakan mengenai asal produk S-Cross, yang dijawab masih diimpor atau completely built up (CBU).

Jusuf Kalla lantas bertanya produk Suzuki diproduksi di dalam negeri, dan diarahkan ke model Karimun Wagon R. Dalam sambutannya Jusuf Kalla mengharapkan kalau industri otomotif nasional bisa berkembang dan mobil-mobil bisa diproduksi di dalam negeri.


KOMPAS.Com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri acara GIIAS 2016,di Indonesia Convention Exibition (ICE) BSD City Tangerang, Kamis (11/8/2016). Pameran otomotif international ini akan berlangsung 11-21 Agustus.
Hadir di pameran otomotif, Suzuki memboyong beberapa model andalannya, termasuk yang baru saja hadir di Indonesia S-Cross dan Jimny, yang bermain di segmen sport utility vehicle (SUV) mini. S-Cross sendiri dibanderol dengan kisaran harga Rp 240 juta sampai Rp 270 juta, sementara untuk Jimny harganya belum diumumkan.
Khusus untuk Jimny, Davy mengatakan, meski belum meluncur dan dipasarkan di Indonesia, Jimny sudah banyak pemesanan, terutama untuk pasar Jawa dan Sulawesi. "Uniknya Jimny, belum meluncur pemesanannya di diler sudah menumpuk mencapai 100-an unit," kata Davy.

Standar Emisi Euro IV? Tunggu 2020

Permintaan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla tentang standar emisi Euro IV disambut baik Kementerian Perindustrian. Tak hanya soal lingkungan, namun imbasnya juga akan dirasakan para pelaku industri.



Ditemui usai menghadiri pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, di ICE, BSD City, Tangerang, (11/8/2016), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa soal ini sudah dibahas dengan pihak terkait, terutama Kementerian ESDM.

"Kami juga meminta kepada Pertamina, untuk siapkan (suplai bahan bakar yang mendukung standar emisi tinggi) pada 2019-2020. Sedang dibicarakan fasilitas kilang yang ada di Pertamina," kata Airlangga.

Baca juga:JK Minta Otomotif Indonesia Standar Euro IV

Menperin tak berbicara banyak. Dirinya hanya menyebut kesulitan terbesar saat ini hanya pada katalis untuk menyiapkan kendaraan agar bisa menerima bahan bakar berkualitas. "Dari sisi industri, kami tentu akan siapkan roadmap-nya. Supaya lingkungannya baguslah," kata Airlangga.

Ditambahkan Direktur Jenderal Induustri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan, pada kesempatan yang sama, justru di sisi industri tidak ada masalah serius untuk switch dari Euro II ke Euro IV.

"Tapi kami mesti tanya dan konfirmasi ke teman-teman Pertamina lagi, apakah mereka sanggup mempercepat (persiaan kilng). Pertamina siapnya 2023," kata Putu.

Akhirnya, Toyota Merilis Harga Resmi Calya

Sempat ditunda pengumumannya pada saat peluncuran perdana pada 2 Agustus 2016 lalu, Toyota Astra Motor (TAM) akhirnya merilis harga resmi dari mobil murah terbarunya, Calya. Produk yang masuk skema program pemerintah bertajuk, low cost and green car (LCGC) ini dipasarkan dalam lima varian.



Harga yang dipasang mulai dari Rp 129.650.000 untuk tipe terendah Calya E Standar M/T, sementara tipe tertingginya, Calya G A/T dengan harga Rp 150 juta. Produk ini diklaim memiliki harga yang terjangkau masyarakat Indonesia.

Masanobu Ito, Deputy Chief Engineer for Calya mengatakan, kalau kehadiran produk ini menjadi salah satu upaya untuk menyediakan produk sesuai dengan kebutuhan pasar.

Baca juga: Penantang Calya-Sigra dari Datsun Mendarat di Tangerang

"Masyarakat Indonesia membutuhkan kendaraan dengan harga yang affordable. Mobil ini kami buat khusus untuk masyarakat Indonesia, di mana mereka bisa bersama-sama melakukan perjalanan atau berpetualang (adventure) besama dengan keluarga dan teman-teman," ujar Masanobu Ito, Deputy Chief Engineer untuk Calya, Kamis (11/8/2016).

Bagi yang berminat untuk melihat atau membeli produk ini bisa langsung sambangi diler Toyota terdekat. Simak rincian harga Calya 2016, berikut ini.

- Astra Toyota Calya E Standard M/T Rp 129.650.000.
- Astra Toyota Calya E M/T Rp 132.450.000
- Astra Toyota Calya E A/T Rp 145.450.000
- Astra Toyota Calya G M/T Rp 138.000.000
- Astra Toyota Calya G A/T Rp 150.000.000.